Pages

Saturday, 31 December 2016

Kaleidoskop Hidup Saya di tahun 2016

Kaleidoskop adalah rangkuman peristiwa penting dalam satu tahun. Itu adalah pengertian kaleidoskop menurut saya sendiri. Artikel ini saya tulis tanggal 31 Desember 2016 pada pukul 21.30 WIB, atau malam tahun baru 2017. Kurang dari 2,5 jam lagi tahun 2017 akan datang. Dan tebakan anda betul, malam tahun baru ini saya tidak pergi kemana-mana. Saya hanya duduk di depan laptop di kamar saya sambil headset saya terpasang di telinga mendengarkan lagu "Sementara Sendiri" yang dibawakan band Geisha. Ini efek nonton film SINGLE di SCTV barusan. Keadaan lebih dramatis lagi karena istri saya baru pulang ke kampung halamannya.

Skip!

Saya membuka beberapa blog yang sering saya kunjungi. Beberapa di antaranya sudah menulis artikel khas malam tahun baru, Kaleidoskop. Saya juga jadi ingin menulis beberapa hal di blog ini tentang perjalanan saya di tahun 2016 dan target saya di 2017.

kaleidoskop 2017
Gambar diambil dari Cision.com


Tahun 2016 adalah tahun yang luar biasa buat saya. Ada beberapa pencapaian penting yang saya raih di tahun ini. Pencapaian saya tersebut menurut orang lain mungkin hal sepele, tetapi sangat berarti buat saya.

Apa Pencapaian Saya di Tahun 2016?

1. Saya pertama kali merekam video (bahasa kerennya "nyuting") dan mengedit video tersebut sendiri.

Ceritanya begini, Di SMA tempat saya kerja, saya diberi amanah untuk menjadi pendamping tim kesenian.Total pendamping ada empat orang. Yang tiga orang memang ahli dalam bidang seni budaya, sedangkan saya sama sekali buta. Saya dimasukkan di tim tersebut untuk menjadi seksi administrasi dan dokumentasi. Nah di urusan dokumentasi inilah awal mula saya nyuting. Tepatnya pada bulan Maret 2016 saya merekam video saya pertama kali. Saya edit menggunakan software Ulead. Hasilnya sih belum maksimal. Ttetapi sangat berarti. Setelah itu ada beberapa video lagi yang saya buat.

2. Saya resign dari tempat kerja saya

Yup. Tahun Ajaran 2015/2016 menjadi akhir saya bekerja di SMA Muhammadiyah 1 Muntilan. Sebenarnya tidak ada masalah apa-apa. Dan ini bukan tentang uang. Saya memutuskan resign dari SMA tersebut karena berniat untuk menjadi seorang wiraswasta. Saya lahir dari keluarga wiraswasta. Sejak kecil yang saya lihat adalah dunia usaha. Mungkin itulah yang mempengaruhi saya untuk menekuni dunia wirausaha juga. Kalau kata pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kenang-kenangan yang saya tinggalkan untuk SMA adalah situs web sekolah www.smamuhimtl.sch.id yang saya build pada 2013 silam.

Sepertinya dua hal itu peristiwa besar saya di tahun 2016. Nanti kalau ingat lagi saya tambahkan. 

Tahun 2017 mau ngapain, Bro?

Tahun baru biasanya menjadi waktu yang tepat untuk membuat rencana-rencana di tahun yang akan datang. Saya pun begitu. Ada beberapa hal yang ingin saya lakukan di tahun depan.

1. Mengajar TPA.

Ada aktivitas pada masa lalu yang beberapa saat ini saya tinggalkan dalam hal keagamaan. Dulu saya aktif mengajar TPA di masjid desa saya. Beberapa saat ini saya absen dari kegiatan tersebut. Ini adalah ganjalan yang cukup besar buat saya. Biasanya TPA diadakan sehabis sholat maghrib. Masalahnya saya pada saat maghrib ada di toko. Saya shalat Maghrib di Mushola kecil belakang toko. Ini yang akan saya usahakan pada tahun mendatang. Saya ingin aktif kembali mengajar TPA di kampung saya.

2. Memaksimalkan penghasilan online

Beberapa tahun belakangan saya iseng-iseng nyari uang dari aktivitas online. Blogging tepatnya. Saya bilang "iseng-iseng" karena saya merasa belum maksimal. Penghasilan rutin tiap bulan sudah ada sih, tetapi saya merasa masih bisa dioptimalkan lagi. Saya sudah membuat perencanaan mendetail tentang hal ini.

3. Menguruskan badan

Badan terlalu gemuk adalah problem saya akhir-akhir ini. Berat badan saya saat ini 77 Kilogram. Terlalu gemuk untuk saya. Hal ini mungkin karena kurangnya aktivitas gerak saya. Tahun depan saya akan berusaha mengurangi berat badan saya. Maksimal 65 Kg targetnya.

Sepertinya itu beberapa hal tentang 2017. Saya berharap tahun 2017 menjadi tahun yang indah buat kita semua.

No comments:

Post a Comment