Pages

Monday, 6 November 2017

Sarju dan Ibu Mertua

Sarju adalah pria dambaan semua wanita. Di usianya yang baru menginjak 30 tahun, ia sudah dipercaya menduduki jabatan manajer di suatu perusahaan multinasional bonafid. Kinerja dan dedikasinya kepada perusahaanlah yang membuat ia dapat menduduki posisi bagus di kantornya dalam waktu yang singkat.

Dari segi fisik pun oke. Sarju memiliki wajah yang ganteng serta ukuran tubuh yang proporsional. Sekilas wajahnya mirip Cristian Sugiono. Perempuan mana coba yang tidak gampang kepincut?

Ia mempunyai istri yang cantik. Sayang, lima tahun menikah ternyata Tuhan belum mempercayakan buah hati kepada mereka berdua. Berbagai upaya medis dan non-medis telah ditempuh dan belum ada hasilnya.

Sebenarnya mereka berdua masih sabar dan merasa baik-baik saja akan kondisi tersebut. Tetapi ibu mertua yang membuat hati Sarju tidak tenteram. Beliau selalu mendesak mereka berdua agar segera mempunyai momongan. Maklum. Istri Sarju adalah anak tunggal. Ibu mertua tinggal bersama mereka semenjak suaminya meninggal.

Awalnya Sarju bisa memaklumi desakan mertuanya tersebut. Tetapi lama-kelamaan ia merasa risih juga. Dampaknya, ia menjadi sering ribut dengan istrinya. Mereka sering bertengkar karena hal itu.

Merasa jengah dengan keadaan di rumah, Sarju mencari penghiburan dengan cara selingkuh dengan Sisca, rekan kerja di kantor yang terkenal cantik dan bodinya semlohai. Tidak sulit bagi pria sempurna seperti Sarju untuk menggaet Sisca.

Guna menutupi perselingkuhan dari istrinya, Sarju mengganti nama Sisca di phonebook gawainya menjadi nama lelaki, Slamet. Jadi, ia aman jika sewaktu-waktu istrinya mengecek inbox sms di gawainya.

Sarju dan Sisca mempunyai jadwal selingkuh rutin, yaitu tiap Sabtu malam. Sarju bilang kepada istrinya jika tiap Sabtu ia pulang malam karena lembur kerjaan akhir pekan. Sehingga istrinya tidak curiga.

Hubungan Sarju dan Sisca semakin hari semakin intim. Tak jarang mereka booking kamar di losmen guna menyalurkan hasrat mereka.

Suatu hari seusai mereka “bermain” di losmen, Sarju pulang ke rumah dengan kepayahan. Ia mendapati istri dan ibu mertuanya sedang menonton tivi. Sarju duduk sebentar di sana sekadar untuk basa-basi. Lalu bergegas ke kamar hendak beristirahat. Mereka berdua tidak menaruh rasa curiga terhadap Sarju karena dikira ia kecapean usai kerja lembur.

Keesokan paginya Sarju bangun pukul delapan. Hal ini lumrah ia lakukan karena hari Minggu ia libur kerja. Ketika keluar dari kamar mandi, ia mendapati Ibu mertuanya sudah menunggunya di ruang tengah sambil berkacak pinggang. Begitu melihat Sarju, ia langsung berteriak dengan kasar

“ Pantesan anakku gak bunting-bunting. Ternyata begini kelakuanmu!!!”
Sarju kebingungan. Nyawanya yang belum terkumpul semua tidak mampu mencerna maksud perkataan mertuanya.

“ Ada apa, Ma. Pagi-pagi kok sudah teriak-teriak,” tanya Sarju kebingungan.

“Ni kamu liat sendiri!!!”, Ibu mertua Sarju memberikan gawai Sarju dengan wajah garang sambil berlalu. Sarju kebingungan. Ia baru sadar gawainya jatuh dari saku ketika ikut nimbrung nonton tivi semalam. Sambil kebingungan ia melihat layar ponselnya. Ada sebuah SMS berbunyi:
“Makasih ya mas buat semalam. Tadi malam Mas Sarju luar biasa”

Lalu Sarju melihat nama pengirimnya: SLAMET

No comments:

Post a Comment